Halaman

Selasa, 26 November 2013

Beribadah di sisi Kuburan

Beribadah di sisi Kuburan


Beribadah di sisi Kuburan
oleh : Al-Ustadz Abdul Qodir Abu Fa’izah –hafizhahullah-
[Pengasuh Ponpes Al-Ihsan Gowa, Sulsel]
Beribadah kepada Allah merupakan perkara yang amat penting dan memiliki kedudukan tinggi. Karenanya, Allah dan Rasul-Nya menetapkan bahwa ibadah yang sah dan mendapatkan pahala adalah ibadah yang didasari oleh dua syarat: ikhlash dan mutaba’ah (mengikuti petunjuk Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam-). Jadi, ibadah bukanlah permainan atau sesuatu yang tak memiliki aturan!! Ibadah tidak hanya butuh keikhlasan niat dalam menunaikannya, tapi juga harus mutaba’ah (mengikuti sunnah atau petunjuk Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam-)!!!
Banyak orang ikhlas dalam beribadah kepada Allah, tapi caranya yang salah dan tidak mengikuti sunnah (petunjuk) Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam- sehingga disana-sini sering kita menemukan praktek ibadah yang aneh dan asal-asalan. Mereka mengerjakannya dengan niat ikhlas karena menginginkan pahala dan ridho Allah, tapi mereka kerjakan asal-asalan, dan keluar dari rel syariat Allah.

Suami pilihan


Suami pilihan


Suami pilihan
Layaknya bahtera berlayar mengarungi lautan, kadang terguncang ombak besar dan terpaan angin kencang. Saat itulah, sangat diperlukan keberadaan nahkoda yang handal. Nahkoda yang tenang dalam menghadapi masalah, cerdas dalam mengambil keputusan, tegas dalam menentukan kebijaksanaan, dan handal dalam menjalankan kepemimpinan. Agar bahtera dapat sampai dengan selamat sampai tujuan.

Kamis, 21 November 2013

SUCIKAN IBADAH DENGAN TAUHID

BULETIN Media Kajian Islam Edisi 11 :SUCIKAN IBADAH DENGAN TAUHID







  












Para pembaca kajian islam yang  semoga Allah curahkan  rahmat-Nya  kepada kita semua.   Pernahkah anda  mendengar istilah “ngalap  berkah” alias meminta-minta di  kuburan? Atau “ritual sesajian”   untuk menolak bala, Atau  melihat fenomena mendatangi  “orang pintar” untuk lancarnya  rezeki. Atau melihat jimat-jimat  yang dipasang untuk menjaga  rumah.

 

MUTIARA ILMU ASY-SYAIKH AL-‘ALLAMAH AN-NAJMI Rahimahullah (1)

MUTIARA ILMU ASY-SYAIKH AL-‘ALLAMAH AN-NAJMI Rahimahullah (1)


Print Friendly

MUTIARA ILMU

ASY-SYAIKH AL-‘ALLAMAH AHMAD BIN YAHYA AN-NAJMI RAHIMAHULLAH 

 oleh : Ruwaifi bin Sulaimi al-Atsari

♦ Siapakah asy-Syaikh al-‘Allamah Ahmad bin Yahya an-Najmi rahimahullah?

 ü  Nama dan Nasab Beliau
Beliau adalah asy-Syaikh al-’Allamah al-Muhaddits al-Musnid al-Faqih, pembawa bendera sunnah dan hadits di Propinsi Jazan dan sekaligus mufti -di masanya-, Ahmad bin Yahya bin Muhammad bin Syabir an-Najmi. Alu Syabir (keluarga Syabir) dari Bani Hummad, salah satu kabilah terkenal di Propinsi Jazan.

Selasa, 19 November 2013

Keutamaan Puasa Muharram Sebulan Penuh

Keutamaan Puasa Muharram Sebulan Penuh

Penulis: Al-Ustadz Abdul Barr hafizhahullah
بسم الله و الصلاة والسلا م على رسول الله و على آله وأصحابه و من اتبع هداه، أما بعد:
Puasa Asyuro
Alhamdulillah, puja dan syukur kita panjatkan kepada Allah serta sholawat dan salam semoga tercurahkan kepada junjungan kita nabi Muhammad, keluarganya, para sahabatnya dan seluruh pengikutnya.
Segala puji bagi Allah yang dengan rahmat dan kasih sayangNya, memberikan kepada segenap kaum mukminin berbagai jalan menuju keridhoanNya.
Diantara bentuk kasih sayangNya, Allah menganjurkan kepada kita untuk banyak berpuasa, sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam,
إِنَّ فِي الْجَنَّةِ بَابًا يُقَالُ لَهُ الرَّيَّانُ يَدْخُلُ مِنْهُ الصَّائِمُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ لاَ يَدْخُلُ مِنْهُ أَحَدٌ غَيْرُهُمْ
“Sesungguhnya di surga ada sebuah pintu yang bernama ar-royyaan, yang akan dimasuki oleh orang-orang yang berpuasa, tidak ada seorang pun yang akan memasukinya selain mereka.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Sahl bin Sa'ad radhiyallahu'anhu]
Dalam hadits Abu Umamah Al-Bahili radhiyallahu’anhu,
فَقُلْتُ : يَا رَسُولَ اللهِ ، مُرْنِي بِعَمَلٍ آخُذُهُ عَنْكَ يَنْفَعُنِي اللَّهُ بِهِ . قَالَ : عَلَيْكَ بِالصَّوْمِ ؛ فَإِنَّهُ لاَ مِثْلَ لَهُ . قَالَ : فَكَانَ أَبُو أُمَامَةَ وَامْرَأَتُهُ وَخَادِمُهُ لاَ يُلْفَوْنَ إِلاَّ صِيَامًا ، فَإِذَا رَأَوْا نَارًا أَوْ دُخَانًا بِالنَّهَارِ فِي مَنْزِلِهِمْ عَرَفُوا أَنَّهُمْ اعْتَرَاهُمْ ضَيْفٌ
“Aku berkata: Wahai Rasulullah ajarkan kepadaku sebuah amalan yang dengannya Allah memberikan manfaat kepadaku. Beliau pun bersabda, “Hendaklah engkau berpuasa karena tidak ada ibadah yang semisalnya.” Maka setelah itu, tidaklah terlihat Abu Umamah, istrinya dan pembantunya melainkan dalam keadaan berpuasa, lalu apabila orang-orang melihat di rumahnya ada api atau asap mengepul di siang hari maka mereka pun tahu bahwa ada tamu yang berkunjung.” [HR. Ahmad, Shahihul Jaami’: 4044]
Dan termasuk yang dianjurkan oleh Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam adalah berpuasa di bulan muharram, beliau bersabda,
أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَان شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ 
“Puasa yang paling afdhol setelah Ramadhan adalah puasa di bulan Allah, yaitu Muharram.” [HR. Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu]
Kemudian yang menjadi permasalahan adalah, apakah dianjurkan berpuasa sebulan penuh atau kebanyakannya di bulan muharram selain tanggal 9 dan 10?

Minggu, 10 November 2013

Pembatal-Pembatal Wudhu

Pembatal-Pembatal Wudhu

wudhu-jpgBerikut ini penjelasan sederhana tentang hal-hal yang membatalkan wudhu

Kamis, 07 November 2013

Puasa Muharram, Puasa Utama

Puasa Muharram, Puasa Utama


Puasa Muharram, Puasa Utama
Oleh: Al-Ustadz Abdul Qadir Abu Fa’izah -hafizhahullah-
(Pengasuh Pondok Pesantren Al-Ihsan)
gambar Puasa-Muharram1Di bulan Muharram kita dianjurkan memperbanyak puasa. Karena, ia adalah bulan mulia di sisi Allah. Kebiasaan berpuasa di bulan ini telah lama dikenal di kalangan kaum jahiliah Quraisy. Mereka mengambil kebiasaan itu dari sisa-sisa ajaran para nabi dan rasul sebelum diutusnya Nabi Muhammad -Shallallahu alaihi wa sallam-. Tak heran apabila Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam- tetap membiarkan puasa itu dan memerintahkan para sahabat melakukannya saat beliau di Madinah. [Lihat Irsyadul Kholq Ilaa Dinil Haqq (hal. 454-455) oleh Mahmud As-Subkiy]
Dari Abu Hurairah -radhiyallahu anhu-, ia berkata, “Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam- bersabda,
أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ، وَأَفْضَلُ الصَّلاَةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلاةُ اللَّيْلِ
“Puasa yang paling utama setelah Romadhon adalah (puasa) pada bulan Allah, Bulan Muharram dan sholat yang paling utama usai sholat wajib adalah sholat malam”. [HR. Muslim dalam Shohih-nya (no. 1163)]

Minggu, 03 November 2013

Amalan Bulan Muharram

Amalan Bulan Muharram dan Peringatan dari Kemungkaran-kemungkaran di Dalamnya

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
Muharram
Allah ta’ala berfirman,
إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُم ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ
“Sesungguhnya jumlah bulan di sisi Allah adalah 12 bulan dalam kitab Allah pada hari Dia menciptakan langit dan bumi, diantaranya 4 bulan yang haram, itulah agama yang lurus, maka janganlah kalian menzalimi diri-diri kalian di bulan-bulan itu.” [At-Taubah: 36]
Apa saja yang dimaksud dengan bulan haram? Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,
السَّنَةُ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ثَلاَثَةٌ مُتَوَالِيَاتٌ ذُو الْقَعْدَةِ وَذُو الْحِجَّةِ وَالْمُحَرَّمُ وَرَجَبٌ شَهْرُ مُضَرَ الَّذِى بَيْنَ جُمَادَى وَشَعْبَانَ
“Tahun itu terdiri dari 12 bulan, diantaranya 4 bulan haram; tiga bulan berurutan: Dzul Qo’dah, Dzul Hijjah dan Muharram. Adapun Rajab yang juga merupakan bulannya kaum Mudhar, berada diantara Jumaada dan Sya’ban.” [Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Bakrah radhiyallahu’anhu]
Hadits di atas menunjukkan bahwa Muharram termasuk bulan haram. Dinamakan bulan haram karena dosa dan amal saleh di bulan-bulan ini dilipatgandakan. Al-Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata,
وجعل الذنب فيهن أعظم، والعمل الصالح والأجر أعظم
“Dan Allah ta’ala menjadikan dosa di bulan-bulan itu lebih besar, demikian pula amal saleh dan pahala lebih agung.” [Tafsir Ibnu Katsir, 4/148]
Disyari’atkan memperbanyak puasa di bulan ini, Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,
أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَان شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ وَأَفْضَلُ الصَّلاَةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلاَةُ اللَّيْلِ