Halaman

Minggu, 28 Desember 2014

Larangan Safar Tanpa Mahram bagi Wanita Meski untuk Haji dan Umroh

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
Wanita Haram Safar Tanpa Mahram Walau tuk Haji dan Umroh
Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,
لاَ تُسَافِرِ الْمَرْأَةُ إِلاَّ مَعَ ذِي مَحْرَم، وَلاَ يَدْخُلُ عَلَيْهَا رَجُلٌ إِلاَّ وَمَعَهَا مَحْرَمٌ فَقَالَ رَجُلٌ يَا رَسُولَ اللهِ إِنِّي أُرِيدُ أَنْ أَخْرُجَ فِي جَيْشِ كَذَا وَكَذَا وَامْرَأَتِي تُرِيدُ الْحَجَّ فَقَالَ اخْرُجْ مَعَهَا
“Janganlah seorang wanita melakukan safar kecuali bersama mahram, dan janganlah masuk menemuinya seorang laki-laki kecuali ada mahram bersamanya.” Maka berkatalah seseorang, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku ingin mengikuti jihad bersama pasukan ini dan itu, sedangkan istriku ingin melaksanakan haji.” Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda, “Pergilah bersama istrimu.” [HR. Al-Bukhari dari Abdullah bin ‘Abbas radhiyallahu’anhuma]
Beberapa Pelajaran:

Cara Memanfaatkan Waktu Ba’da Ashar Sampai Maghrib di Hari Jum’at untuk Berdoa

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
Akhir Jum'at Waktu Berdoa yang Maqbul
Hikmah Perintah Membunuh Cicak, Tokek dan Sejenisnya
December 27, 2014  Hadits
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
Bunuh Cicak
Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ قَتَلَ وَزَغًا فِى أَوَّلِ ضَرْبَةٍ كُتِبَتْ لَهُ مِائَةُ حَسَنَةٍ وَفِى الثَّانِيَةِ دُونَ ذَلِكَ وَفِى الثَّالِثَةِ دُونَ ذَلِكَ

HUKUM SHOLAT DI KAINNYA ADA NAJIS

diposting oleh webadmin pada 27/12/2014

——————————
Fadhilatus syaikh Ibnu ‘Utsaimin rohimahulloh.
Pertanyaan:
Koresponden AAM dari Riyadh mengatakan: kepada yang berkepentingan di program “Nuur ‘alad Darb”:
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Apabila seseorang sholat dalam di kainnya ada bagian yang najis apakah diulang sholatnya sekalipun lebih besar dari uang logam? Dan apakah dia boleh menunaikan sholatnya di waktu terlarang? Berikanlah faedah kepadaku semoga Alloh membalas Anda dengan kebaikan, dan Anda pun telah memberikan fatwa bagi kaum muslimin juga demikian.
Jawaban:

Apakah Mayit Tersiksa karena Tangisan Keluarganya?

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
Mayyit Tersiksa karena Diratapi 2
Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّ الْمَيِّتَ لَيُعَذَّبُ بِبُكَاءِ أَهْلِهِ عَلَيْهِ
“Sesungguhnya mayit diazab karena tangis ratapan keluarganya atasnya.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu’anhuma]
Dalam riwayat yang lain,
الْمَيِّتُ يُعَذَّبُ فِى قَبْرِهِ بِمَا نِيحَ عَلَيْهِ
“Mayit itu diazab di kuburnya dengan sebab ratapan atasnya.” [HR. Muslim dari Ibnu ‘Umarradhiyallahu’anhuma]
Dalam hadits yang lain,
مَنْ نِيحَ عَلَيْهِ فَإِنَّهُ يُعَذَّبُ بِمَا نِيحَ عَلَيْهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
“Barangsiapa yang diratapi kematiannya maka ia akan diazab dengan sebab ratapan itu pada hari kiamat.”[HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Al-Mughirah bin Syu’bah radhiyallahu’anhu]
Beberapa Pelajaran:

Selasa, 23 Desember 2014

Mengapa Perayaan Hari Besar Selain Idul Adha dan Idul Fitri Termasuk Bid’ah?
December 22, 2014  Manhaj
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
Semua Hari Raya dan Peringatan Tanpa Dalil adalah Bid'ah
Sahabat yang mulia Anas bin Malik radhiyallahu’anhu berkata,
قَدِمَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- الْمَدِينَةَ وَلَهُمْ يَوْمَانِ يَلْعَبُونَ فِيهِمَا فَقَالَ مَا هَذَانِ الْيَوْمَانِ قَالُوا كُنَّا نَلْعَبُ فِيهِمَا فِى الْجَاهِلِيَّةِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- إِنَّ اللَّهَ قَدْ أَبْدَلَكُمْ بِهِمَا خَيْرًا مِنْهُمَا يَوْمَ الأَضْحَى وَيَوْمَ الْفِطْرِ
“Ketika Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam mendatangi kota Madinah, para sahabat memiliki dua hari raya yang padanya mereka bersenang-senang. Maka beliau bersabda: Dua hari apa ini? Mereka menjawab: Dua hari yang sudah biasa kami bersenang-senang padanya di masa Jahiliyah. Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda: Sesungguhnya Allah telah mengganti kedua hari tersebut dengan dua hari yang lebih baik, yaitu idul adha dan idul fitri.” [HR. Abu Daud, Shahih Abi Daud: 1039]
Beberapa Pelajaran:

Minggu, 21 Desember 2014

Jadilah Pedagang yang Selalu Jujur dan Amanah

Home / Hadits / Jadilah Pedagang yang Selalu Jujur dan Amanah

Jadilah Pedagang yang Selalu Jujur dan Amanah

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
pedagang
Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,
التَّاجِرُ الصَّدُوقُ الأَمِينُ مَعَ النَّبِيِّينَ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاءِ
“Pedagang yang senantiasa jujur lagi amanah ‘terpercaya’ (akan dibangkitkan pada hari kiamat) bersama para nabi, shiddiqiin dan syuhada.” [HR. At-Tirmidzi dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu’anhu, dishahihkan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah (Al-Mustadrak ‘Alal Majmu’ Al-Fatawa, 1/163) & Asy-Syaikh Al-Albani (Shahihut Targhib, no. 1782)]
Beberapa Pelajaran:
1) Kewajiban dan keutamaan jujur dan amanah dalam kehidupan.
2) Jujur dan amanah lebih ditekankan lagi untuk para pedagang, karena dua sifat ini benar-benar dibutuhkan dalam transaksi-transaksi demi terjaganya harta-harta manusia dan hubungan yang baik antara manusia.
3) Betapa kita telah menyaksikan apabila manusia khususnya para pedagang kehilangan dua sifat ini maka berbagai macam pelanggaran terhadap harta manusia dan kezaliman merebak di mana-mana.
4) Pedagang yang akan mendapatkan keutamaan dibangkitkan bersama para nabi, shiddiqin dan syuhada adalah yang benar-benar menyempurnakan sifat jujur dan amanah, ini diambil dari penyebutan dalam bentuk ‘mubaalaghoh’ pada lafaz “shaduq” (senantiasa jujur) dan “amiin” (senantiasa amanah) (Lihat Tuhfatul Ahwadzi, 3/301)
5) Keindahan dan kesempurnaan syari’at Islam.
وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم
www.fb.com/sofyanruray.info

Tidak Menyambung Sholat Wajib dengan Sholat Sunnah Langsung dan Keutamaan Berpindah Tempat dalam Sholat Sunnah


Tidak Menyambung Sholat Wajib dengan Sholat Sunnah Langsung dan Keutamaan Berpindah Tempat dalam Sholat Sunnah

diposting oleh webadmin pada 20/12/2014

Di Tulis Oleh Al Ustadz Abu Utsman Kharisman
Hadits Nabi shollallahu alaihi wasallam :
لَا تُوصَلَ صَلَاةٌ بِصَلَاةٍ حَتَّى نَتَكَلَّمَ أَوْ نَخْرُجَ
Janganlah suatu sholat disambung dengan sholat (secara langsung) hingga kita berbicara atau keluar (H.R Muslim, Abu Dawud, Ahmad
Penjelasan:
Syaikh Muhammad bin Sholih al-Utsaimin rahimahullah menyatakan:
فمثلا إذا صليت الظهر الظهر لها راتبة بعدها وأردت أن تصلي الراتبة لا تصل في مكانك قم في محل آخر أو اخرج إلى بيتك وهو أفضل أو على الأقل تكلم لأن النبي صلى الله عليه وسلم نهى أن توصل صلاة بصلاة حتى يخرج الإنسان أو يتكلم ولهذا قال العلماء يسن الفصل بين الفرض وسنته بكلام أو انتقال من موضعه والحكمة من ذلك ألا يوصل الفرض بالنفل فليكن الفرض وحده والنفل وحده حتى لا يختلط هكذا

Membaca 10 Ayat Terakhir Surat Ali Imron Ketika Bangun Tidur

Home / Hadits / Membaca 10 Ayat Terakhir Surat Ali Imron Ketika Bangun Tidur

Membaca 10 Ayat Terakhir Surat Ali Imron Ketika Bangun Tidur

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
Membaca 10 Ayat Terakhir Surat Ali Imron Ketika Bangun Tidur
Termasuk sunnah Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam ketika beliau bangun dari tidurnya di pertengahan malam untuk melakukan sholat tahajjud, maka beliau membersihkan wajahnya dari kotoran, kemudian membaca 10 ayat terakhir surat Ali ‘Imron.
Ibnu ‘Abbas radhiyallahu’amhuma berkata,
اسْتَيْقَظَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم فَجَلَسَ يَمْسَحُ النَّوْمَ عَنْ وَجْهِهِ بِيَدِهِ ثُمَّ قَرَأَ الْعَشْر الآيَاتِ الْخَوَاتِمَ مِنْ سُورَةِ آلِ عِمْرَان
“Rasulullah shalallahu’alaihi wa sallam bangun (di pertengahan malam), lalu beliau duduk seraya membersihkan kotoran dari wajahnya dengan tangannya, kemudian membaca sepuluh ayat terakhir surat Ali ‘Imron.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim]
وبالله التوفيق، وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم

Minggu, 14 Desember 2014

Ilmu Ghaib Hanya Milik Allah

Ilmu Ghaib Hanya Milik Allah Subhanahu wa Ta’ala

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
Ilmu ghaib hanya milik Allah
Allah ta’ala berfirman,
قُلْ لا يَعْلَمُ مَنْ فِي السَّمَوَاتِ وَالأرْضِ الْغَيْبَ إِلا اللَّهُ
“Katakanlah: “Tidak ada seorang pun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib, kecuali Allah”.” [An-Naml: 65]
Ilmu tentang perkara ghaib adalah kekhususan bagi Allah ta’ala, barangsiapa yang mengaku-ngaku punya ilmu ghaib atau meyakini ada selain Allah yang mengetahui ilmu ghaib maka ia telah menyekutukan Allah ta’ala, yang menyebabkan ia murtad, keluar dari Islam. Al-Imam Ibnu Katsir Asy-Syafi’i rahimahullah berkata.

Senin, 08 Desember 2014

DZIKIR PAGI DAN SORE


DZIKIR PAGI DAN SORE

diposting oleh webadmin pada 9/12/2014

Ddisusun oleh: Al Ustadz  Abu Utsman Kharisman Hafidzahullah
Waktu Dzikir
Dzikir pagi : dari setelah sholat Subuh hingga waktu tergelincirnya matahari.
Dzikir sore (al-masaa’) : dari setelah tergelincirnya matahari hingga tenggelam matahari.
(Fatwa al-Lajnah ad-Daaimah (no 20078))
Hadits-Hadits tentang Bacaan Dzikir Pagi dan Sore
عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ أُبَيِّ بْنِ كَعْبٍ ، عَنْ أَبِيهِ ، أَنَّهُ ” كَانَ لَهُ جُرْنٌ مِنْ تَمْرٍ ، فَكَانَ يَنْقُصُ ، فَحَرَسَهُ ذَاتَ لَيْلَةٍ ، فَإِذَا هُوَ بِدَابَّةٍ شِبْهِ الْغُلامِ الْمُحْتَلِمِ ، فَسَلَّمَ عَلَيْهِ ، فَرَدَّ عَلَيْهِ السَّلامَ ، فَقَالَ : مَا أَنْتَ ، جِنِّيٌّ أَمْ إِنْسِيٌّ ؟ ، قَالَ : لا بَلْ جِنِّيٌّ ، قَالَ : فَنَاوِلْنِي يَدَكَ ، فَنَاوَلَهُ يَدَهُ ، فَإِذَا يَدُهُ يَدُ كَلْبٍ ، وَشَعْرُهُ شَعْرُ كَلْبٍ ، قَالَ : هَكَذَا خَلْقُ الْجِنِّ ، قَالَ : قَدْ عَلِمَتِ الْجِنُّ أَنَّ مَا فِيهِمْ رَجُلٌ أَشَدُّ مِنِّي ، قَالَ : فَمَا جَاءَ بِكَ ؟ قَالَ : بَلَغَنَا أَنَّكَ تُحِبُّ الصَّدَقَةَ ، فَجِئْنَا نُصِيبُ مِنْ طَعَامِكَ ، قَالَ : فَمَا يُنْجِينَا مِنْكُمْ ؟ قَالَ : هَذِهِ الآيَةُ الَّتِي فِي سُورَةِ الْبَقَرَةِ : اللَّهُ لا إِلَهَ إِلا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ مَنْ قَالَهَا حِينَ يُمْسِي أُجِيرَ مِنَّا حَتَّى يُصْبِحَ ، وَمَنْ قَالَهَا حِينَ يُصْبِحُ أُجِيرَ مِنَّا حَتَّى يُمْسِيَ ، فَلَمَّا أَصْبَحَ أَتَى رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَذَكَرَ ذَلِكَ لَهُ ، فَقَالَ : صَدَقَ الْخَبِيثُ
Dari Muhammad bin Ubay bin Ka’ab dari ayahnya bahwasanya ia memiliki semangkuk kurma yang berkurang jumlahnya. Maka suatu malam ia menjaganya. Ternyata ada binatang yang sebesar anak remaja baru baligh. Maka ia mengucapkan salam, dan makhluk itu menjawab salamnya. Kemudian Ubay bin Ka’ab bertanya: Apakah engkau ini? Manusia atau Jin? Ia mengatakan: Aku adalah Jin. Ubay berkata: Ulurkan tanganmu. Iapun mengulurkan tangannya. Ternyata tangannya adalah tangan anjing dan bulunya bulu anjing. Ia berkata: Demikianlah perawakan Jin. Para Jin telah mengetahui bahwa tidak ada seorangpun yang lebih kuat dari saya. Ubay bertanya: Apa yang menyebabkan engkau ke sini? Ia berkata: Telah sampai kepada kami bahwa engkau suka bershodaqoh. Maka kami datang untuk mengambil sebagian makananmu. Ubay bertanya: Apa yang bisa menyelamatkan kami dari kalian? Ia mengatakan: Ayat dalam surat al-Baqoroh: Allaahu Laa Ilaaha Illaa huwal Hayyul Qoyyum (ayat kursi), barangsiapa yang membacanya ketika sore, akan dilindungi dari kami hingga pagi. Barangsiapa yang membacanya ketika pagi, akan dilindungi dari kami hingga sore. Pagi harinya Ubay bin Ka’ab menceritakan kejadian itu kepada Rasulullah shollallahu alaihi wasallam dan beliau bersabda: telah benar ucapan al-Khobits (Jin syaithan)(H.R anNasaai dan atThobarony, dinyatakan sanadnya jayyid (baik) oleh al-Mundziri dan dishahihkan al-Albany)

Minggu, 07 Desember 2014

Larangan Mengenakan Perhiasan Emas bagi Laki-laki

Larangan Mengenakan Perhiasan Emas bagi Laki-laki

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
Larangan Mengenakan Cincin Emas bagi Laki-laki

Rabu, 03 Desember 2014

ADAB YANG HARUS DIPERHATIKAN KETIKA HENDAK MEMINANG SEORANG WANITA


ADAB YANG HARUS DIPERHATIKAN KETIKA HENDAK MEMINANG SEORANG WANITA

by webadmin
Semoga Allah Merahmati Orang Yang Mengenali Kadar Dirinya
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
[ سائل ] يستفسر عن صحة هذا الحديث ( رحم الله امرأً عرف قدر نفسه ) هل له أصل ، وهل هو وارد في الأحاديث ؟ .
فأجاب الشيخ ابن عثيمين رحمه الله تعالى :
لا أعلم له أصلًا ؛ لكن معناه صحيح ؛ لأن الإنسان إذا عرف قدر نفسه خضع لربه ، وقام بعبادته ، وعرف أنه لا غنى له عن ربه طرفة عين .
وإذا عرف نفسه عرف قدره بين الناس ، فتحمله هذه المعرفة على أن لا يتكبر عليهم ولا يحتقرهم ؛ لأن الكبرياء من كبائر الذنوب ، وغمط الناس من الأمور المحرمة .
ولهذا لمّا حذر النبي صلى الله عليه وسلم من الكبر ؛ قالوا يا رسول الله : كلنا يحب أن يكون ثوبه حسنًا ، ونعله حسنًا .
فقال عليه الصلاة والسلام : (( إن الله جميل يحب الجمال ، الكبر بطر الحق ، وغمط الناس ))
فـ (( بطر الحق )) : يعني رده .
(( وغمط الناس )) : يعني احتقارهم ، وازدراءهم .
فإذا عرف الإنسان قدر نفسه ؛ عرف منزلته بين الناس ، ونَزَّلَ نفسه منزلتها ؛ فتواضع لخلق الله ، لله عز وجل ، ومن تواضع لله رفعه الله . نعم
( فتاوى نور على الدرب ) – شريط رقم 250 – الوجه ( ب ) [ - ( س٦ )
Soal:
Seorang penanya meminta penjelasan tentang kashahihan hadits ini:
asy-Syaikh 'Abdul 'Aziz bin Baaz rahimahullaah.
PERTANYAAN: Apabila seorang pemuda datang untuk meminang seorang putri remaja apakah ia wajib melihatnya? Apakah diperbolehkan wanita tersebut membuka kepalanya agar kelihatan lebih jelas KECANTIKANNYA bagi sang pelamar? Dengan hormat saya mohon penjelasannya.

Selasa, 02 Desember 2014

Antara “Madu” Indo dan “Madu” Arab

Home / Fiqh / Antara “Madu” Indo dan “Madu” Arab

Antara “Madu” Indo dan “Madu” Arab

Antara “Madu” Indo dan “Madu” Arab

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ 
Antara Madu Indo dan Madu Arab
Cukup lama terpendam dalam benak kami sebuah pertanyaan, mengapa istri kedua atau istri lain dinamakan “madu”? Apakah karena manisnya? Karena jawabannya bukanlah sesuatu yang penting maka kami biarkan saja pertanyaan itu tak pernah terungkapkan dengan kata-kata, tidak pula berusaha mencari jawabnya.

Senin, 01 Desember 2014

KENISCAYAAN SENANTIASA MENGHISAB JIWA


KENISCAYAAN SENANTIASA MENGHISAB JIWA

diposting oleh webadmin pada 1/12/2014

Ditulis Oleh Al Ustadz Marwan
Adalah suatu keniscayaan setiap individu kita untuk senantiasa menghisab jiwa-jiwa kita, sebelum semua perkara yang telah dilakukan jiwa manusia ditampakkan di hari di mana tiada suatu apapun yang tersembunyi. Yaitu hari penghisaban pada hari kiamat kelak. Dan sungguh seorang yang senantiasa merenungi, menghitung-hitung amalan dirinya, hingga kemudian ia bertaubat dari berbagai kesalahan dan segera kembali kepada Allah Ta’aala.