Halaman

Selasa, 18 Juni 2013

Waktu Paling Tepat untuk Konsumsi Karbohidrat dan Protein

Waktu Paling Tepat untuk Konsumsi Karbohidrat dan Protein

Hestianingsih - wolipop

img
Dok. Thinkstock
Jakarta - Pada dasarnya setiap nutrisi seperti karbohidrat, protein, serat, vitamin, mineral dan lemak sangat diperlukan tubuh. Namun Anda harus memperhatikan nutrisi mana yang paling diperlukan di malam atau siang hari, dan apa yang harus dikurangi menjelang malam.

"
Makanan bisa menyehatkan atau tidak bagi tubuh, bukan selalu dilihat dari berapa gram karbohidrat, lemak atau kalori yang dikonsumsi per harinya. Tapi yang lebih penting adalah mengetahui apakah tubuh bisa mencernanya dengan baik. Pukul berapa kita makan, punya dampak langsung terhadap kesehatan tubuh dan sistem kerja pencernaan," jelas ahli kesehatan Dr Pradeep Bhansali, seperti dikutip dari Times of India.

Berikut ini jenis-jenis nutrisi dan kapan sebaiknya waktu yang paling tepat untuk mengonsumsinya. 

1. Karbohidrat
Sangat disarankan untuk mengonsumsi karbohidrat di pagi dan siang hari. Mengapa? Karena karbohidrat bisa menyediakan energi secara maksimal yang dibutuhkan oleh tubuh agar aktivitas hariannya berjalan lancar. Di pagi hari, Anda bisa menyantap sereal, oatmeal, kentang rebus, buah, sayuran atau nasi. Namun sangat disarankan untuk menyesuaikan konsumsinya dengan kebutuhan pribadi Anda per harinya. Sedangkan di malam hari, konsumsi karbohidrat sebaiknya dihindari karena energi yang tidak dipakai akan disimpan dalam tubuh dan menghasilkan lemak berlebih.

"Waktu paling ideal untuk mengonsumsi karbohidrat adalah di awal hari, lalu mulai kurangi asupannya menjelang sore. Di siang hari, metabolisme tubuh berada di tingkat paling tinggi. Karbohidrat akan diproses menjadi energi dan tidak akan tersimpan menjadi lemak," ujar konsultan diet dan gizi, Aditi Kulkarni.

2. Protein
Makanan berprotein tinggi baik dikonsumsi saat makan malam. Protein bisa memberikan energi sepanjang malam, saat tubuh 'berpuasa' selama lebih kurang delapan jam sampai tiba waktunya sarapan di pagi hari. Namun protein juga bagus dikonsumsi pada pagi hari atau setelah berolahraga untuk mengembalikan energi dengan cepat. Sumber protein terdapat di hampir semua lauk pauk seperti ikan, ayam dan kacang-kacangan.

3. Kalsium dan Lemak
Beberapa jenis lemak juga diperlukan tubuh sebagai penyedia energi. Tapi sebaiknya dikonsumsi saat pagi hari, untuk memberi efek perut kenyang lebih lama. Fungsi lemak ini berguna jika Anda ingin mengurangi porsi makan siang untuk dapatkan berat badan ideal. Pilih makanan mengandung lemak sehat seperti biji-bijian, kacang, telur dan keju rendah lemak.

Kalsium dan lemak sangat tidak disarankan untuk dikonsumsi sore atau malam hari. Saat tubuh sedikit atau tidak aktif, dua nutrisi ini akan tersimpan dalam tubuh dan akhirnya menjadi lemak.

"Makanan mengandung lemak dan susu, seperti dessert misalnya, sebaiknya dikonsumsi paling lambat siang menjelang sore," terang ahli nutrisi Namrata Desai.

4. Serat
Serat dalam buah dan sayur adalah nutrisi penting bagi kesehatan pencernaan. Tapi menurut ahli diet Aruna Kulkarni, buah sebaiknya tidak dimakan pada malam hari. Mungkin banyak yang mengira, buah seperti pir dan apel adalah makanan sehat untuk memenuhi keinginan ngemil di malam hari. Tapi ternyata tidak, buah tidak menyediakan energi yang cukup bagi tubuh untuk mencerna dan detoksifikasi semalaman. Selain itu kandungan gula dan karbohidrat pada gula bisa menyebabkan tubuh bertambah gemuk.

"Buah-buahan mengandung fruktosa (jenis gula) yang mudah diubah menjadi lemak. Karena itu, buah sebaiknya dimakan paling tidak sebelum pukul enam sore," jelas Aruna.

Jika dimakan menjelang tengah malam, buah akan menyebabkan kinerja sistem pencernaan terganggu. Akibatnya, lambung jadi terasa sakit dan timbul konstipasi (sembelit). Jika ingin makan serat di malam hari, sebaiknya pilih serat dari wortel, seledri atau sayuran lainnya.

(hst/hst)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar