Halaman

Kamis, 03 Juli 2014

DI ANTARA MANFAAT-MANFAAT SHAUM RAMADHAN

Silsilah HUKUM-HUKUM SEPUTAR RAMADHAN

by webadmin
Di tulis Oleh Al Ustadz Abu 'Amr Ahmad Alfian
DI ANTARA MANFAAT-MANFAAT SHAUM RAMADHAN
Asy-Syaikh Muqbil Al-Wadi’i rahimahullah mengatakan,
 Shaum merupakan nikmat dari Allah ‘azza wa jalla atas hamba-hambaNya. Yang itu:
 ✔[Menjadi] Sebab Ketakwaan
Hal ini telah disabdakan oleh Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam ucapan yang beliau riwayatkan dari Rabbnya, sebagaimana yang termaktub dalam ash-Shahihain (Shahih al-Bukhari dan Shahih Muslim, pen) dari shahabat Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu,
“Semua amalan anak keturunan Adam itu untuknya, kecuali shaum. Sesungguhnya shaum itu untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya.”
 ✔“Shaum Itu Adalah Perisai/Tameng”
Maksudnya, sebagai sesuatu yang melindungi antara dirimu dengan Neraka Jahannam. Juga sebagai pelindung antara dirimu dengan kemaksiatan-kemaksiatan.
 Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
“Shaum itu adalah perisai/tameng. Jika salah seorang kalian sedang shaum, janganlah ia berkata-kata yang kotor.”
Artinya, janganlah orang itu mengatakan ucapan yang keji. Masuk juga ke dalamnya adalah ucapan yang tidak mengandung kebaikan.
“Janganlah berbuat fasik. Karena itu, jika ada yang memancing atau mengajaknya berkelahi, maka hendaklah orang yang shaum itu mengatakan, ‘Aku sedang shaum, aku sedang shaum’.”
Setelah itu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
 “Maka, demi Dzat yang jiwa Muhammad ada di tangan-Nya, sungguh, bau mulut orang yang shaum itu lebih wangi di sisi Allah daripada wangi kesturi. Bagi orang yang shaum, ada dua kegembiraan yang akan mengembirakannya: kegembiraan ketika berbuka dan kegembiraan ketika berjumpa dengan Rabbnya [nanti].”
Jadi, [shaum] itu adalah nikmat dari Allah ‘azza wa jalla kepadamu, wahai muslim. Dan itu hanya beberapa hari yang telah ditentukan, sebagaimana Firman Allah ‘azza wa jalla dalam kitab-Nya yang mulia,
“[Shaum yang wajib itu] hanya dalam beberapa hari yang ditentukan.” [al-Baqarah : 184]
Maksudnya, sedikit. Terhitung hanya sedikit dibandingkan waktu satu tahun itu.
✔ Shaum Juga Menjadi Sebab Melemahkan Syahwat
Seperti yang diriwayatkan dalam ash-Shahihain dari shahabat Ibnu Mas’ud bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda,
"Wahai sekalian pemuda, siapa saja di antara kalian sanggup menikah, maka hendaklah ia menikah. Sebab, sesungguhnya, menikah itu lebih dapat menundukkan pandangan dan menjaga kemaluan. Namun, barangsiapa yang tidak mampu (menikah) maka hendaklah dia ber-shaum. Sebab, shaum itu baginya adalah perisai.”
✔Shaum Itu Sebab yang Menolongmu untuk Menghadapi Syaithan
Di dalam ash-Shahihain, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau pernah mengatakan,
 “Jika Ramadhan datang, maka dibukakan pintu-pintu jannah, ditutup pintu-pintu Jahannam, dan dibelenggu syaitan-syaitan.”
Artinya, syaitan-syaitan yang ada dilemahkan. Yang dimaksud dengan syaitan-syaitan di sini adalah para syaithan yang paling durhaka, sebagaimana yang datang penyebutannya secara terperinci dalam Shahih Ibnu Khuzaimah.
✔Shaum Itu Sebab Gugurnya Dosa-Dosa
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda,
“Shalat-shalat lima waktu, shalat Jum’at ke shalat Jum’at berikutnya, Ramadhan ke Ramadhan berikutnya adalah penggugur dosa-dosa di antaranya, jika dosa-dosa besar dijauhi.”
Beliau juga bersabda,
“Celaka seseorang yang jika Ramadhan datang tapi dia tidak diampuni dosa-dosanya” atau yang semakna dengan itu.
Makna 'raghima' adalah menempel—hidungnya di atas tanah dan menjadi hinalah, rendahlah, dirinya karena ibadah shaum dan datangnya Ramadhan merupakan nikmat dan ampunan dari Allah ‘azza wa jalla.
Di dalam Shahihain, dari Abu Hurairah radhiyallahu ta’ala ‘anhu, dari Nabi shallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,
“Barangsiapa yang ber-shaum di bulan Ramadhan atas dasar keimanan dan harapan akan pahala, maka ia akan diampuni segala dosanya yang terdahulu. Dan siapa saja yang qiyam pada malam Lailatul Qadar atas dasar keimanan dan berharap pahala, maka akan diampuni segala dosanya yang terdahulu.”
Nikmat dari Allah ‘azza wa jalla, penggugur dosa-dosa, dan [ladang] ampunan—sehingga miskin dan rugilah orang yang menjumpai Ramadhan tetapi lalai, cuek, tidak menunaikan hak Allah, tidak melakukan shaum Ramadhan. Kegagalan dan kerugianlah, jadinya, bagi orang tersebut, dan betapa banyaknya orang yang seperti ini. Bahkan, ada dari umat ini yang dia sudah beruban jenggotnya tetapi tetap saja dia tidak mau melaksanakan shaum Ramadhan.
 ✔Shaum Ramadhan Membuat Sehat Tubuhmu
Coba lihat keadaan dirimu di awal dan di akhir Ramadhan. Engkau bakal dapati beda yang sangat mencolok antara dua waktu tersebut : dari segi kesehatan, juga dari segi sukacita dan gembiranya [hati] di akhir Ramadhan. [Sekali lagi] nikmat dari Allah ‘azza wa jalla.
✔ Menjadi Sebab Masuk ke dalam Jannah
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda, seperti yang terdapat dalam hadits yang diriwayatkan dari shahabat Sahl bin Sa’ad radhiyallahu ta’ala ‘anhu terkait perkara Ramadhan,
“Sesungguhnya, di jannah itu, ada pintu yang disebut dengan ar-rayyan. Tidak ada yang memasukinya kecuali orang-orang yang shaum. Apabila mereka telah masuk, maka ditutuplah [pintu itu]. Maka, tidak akan memasukinya lagi selain mereka.”
Balasan itu sesuai jenis amalannya. Engkau membebani dirimu [dengan lapar dan haus] untuk Allah, Rabbmu. Maka Dia akan menerimamu dan memuliakanmu dengan pintu khusus untuk orang-orang yang shaum, Pintu Ar-Rayyan. Engkau akan melewatinya nanti. Engkau akan merasa segar karenanya nanti, setelah engkau membuat dirinya dahaga karena Allah‘azza wa jalla. Makanya, balasan itu sesuai jenis amalannya.
 Rujukan: Kaset “Bagaimana Kita Sambut Ramadhan.”
WA Miratsul-anbiya
webadmin | July 3, 2014 at 1:00 pm | Categories: Aqidah | URL: http://wp.me/p1FTDn-2h8

Tidak ada komentar:

Posting Komentar